LANGIT7.ID-Jakarta; Honda dan Nissan belum lama ini resmi menandatangani perjanjian merger yang akan rampung pada Agustus 2026. Langkah strategis ini diambil menyusul kondisi finansial Nissan yang mengalami tekanan di penghujung 2024. Kedua pabrikan otomotif terkemuka ini akan beroperasi di bawah satu perusahaan induk untuk memperkuat dominasi mereka di pasar global.
Dalam sesi diskusi media di ajang CES, Direktur dan Wakil Presiden Eksekutif Honda Motor Company, Noriya Kaihara, mengungkapkan strategi menarik hasil kolaborasi ini.
Baca juga: Merger Honda-Nissan: CEO Ungkap Keraguan Soal Rencana Penggabungan Raksasa Otomotif"Di pasar Amerika Serikat, Nissan memiliki lini kendaraan besar yang belum ada di jajaran produk kami," ujarnya. Kaihara merujuk pada SUV premium seperti Nissan Armada dan varian mewahnya Infiniti QX80, yang dimensinya jauh melampaui Honda Pilot - SUV terbesar Honda saat ini di Amerika.
Sebagai langkah awal, Honda berencana mengadopsi platform kendaraan Nissan. "Dalam waktu dekat, kami bisa melakukan pertukaran model. Ke depannya, pengembangan kendaraan baru akan dilakukan bersama," jelas Kaihara.
Meski demikian, ia menekankan bahwa identitas merek Honda akan tetap dipertahankan dan tidak akan melebur dengan Nissan.
Inovasi teknologi menjadi fokus utama kolaborasi ini. Honda mengumumkan pengembangan sistem operasi terbaru mereka, ASIMO OS, yang akan meluncur perdana di jajaran mobil listrik 0 Series pada 2026. Kaihara menyebutkan bahwa kerjasama dengan Nissan akan sangat membantu efisiensi biaya pengembangan teknologi.
Sebelumnya pada Maret 2024, kedua perusahaan telah memulai diskusi kolaborasi yang berfokus pada pengembangan komponen mobil listrik dan software otomotif. Meski beberapa detail merger masih dalam pembahasan, informasi lengkap dijadwalkan akan diungkap selama tahun 2025. (
caranddriver)
(lam)